Skip to main content

PENERAPAN MODEL PBL DENGAN PENDEKATAN STEAM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI PESERTA DIDIK KELAS VIIIA PADA MATERI GERAK LURUS

 

PENERAPAN MODEL PBL DENGAN PENDEKATAN STEAM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI PESERTA DIDIK KELAS VIIIA PADA MATERI GERAK LURUS

Leni Siti Hamidah, S.Pd

SMP IT Al Khoiriyyah

 

Abstrak

Mengingat pentingnya kemampuan literasi numerasi peserta didik dalam menumbuhkan keterampilan abad 21, yang menuntut berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan dan  harus menguasai enam literasi dasar yaitu: (1) Literasi Baca-Tulis, (2) Literasi Numerasi, (3) Literasi Sains, (4) Literasi Digital, (5) Literasi Finansial, serta (6) Literasi Budaya, maka penulis melakukan penerapan model PBL dengan pendekatan STEAM pada materi gerak lurus di SMP IT Al Khoiriyyah kelas VIIIA. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII A SMP IT Al Khoiriyyah. Prosedur penelitian dilakukan dengan 4 tahapan yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan 4) refleksi. Variabel penelitian ini adalah model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan STEAM. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi penilaian diri lembar observasi teman sebaya, lembar observasi praktikum, lembar observasi diskusi dan lembar tes. Setelah diterapkan model pembelajaran PBL dengan pendekatan STEAM pada materi gerak lurus di SMP IT Al Khoiriyyah di kelas VIIIA, kemampuan literasi numerasi peserta  didik mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari  peserta didik yang bisa membuat grafik naik 65 %, peserta didik bisa menganalisis fenomena gerak lurus 70%, namun dalam menganalisis grafik belum terlihat mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat pada aksi pertama hanya 4% peserta didik yang bisa menganalisis grafik dan pada aksi yang ke-2 hanya 48% peserta didik bisa menganalisis grafik sedangkan peserta didik yang bisa menganalis tabel hanya 26%. Berdasarkan data-data tersebut bisa disimpulkan bahwa model PBL dengan pendekatan STEAM cukup efektif meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik pada materi gerak lurus.

Kunci: Model Problem Based Learning (PBL), Pendekatan STEAM, Literasi Numerasi

Latar Belakang

Perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi berbasis internet dengan nama Revolusi Industri 4.0 menjadi salah satu tantangan bagi setiap tenaga pendidik dalam membangun dan membentuk manusia berilmu, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mencapai tujuan pembangunan nasional yang sesuai dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa (Maskar dan Anderha, 2019; Puspaningtyas, 2019). Masyarakat bukan hanya dituntut untuk mampu memahami pengetahuan konseptual saja, namun mampu untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan. Selain berpikir kritis dan kreatif, masyarakat juga harus menguasai enam literasi dasar guna untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi tantangan abad ke–21, enam literasi dasar tersebut di antaranya yaitu: (1) Literasi Baca-Tulis, (2) Literasi Numerasi, (3) Literasi Sains, (4) Literasi Digital, (5) Literasi Finansial, serta (6) Literasi Budaya dan Kewargaan (Anderha, Refiesta Ratu dan  Maskar, Sugama “PENGARUH KEMAMPUAN NUMERASI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA” Juni. 2021. Hal 2)

 

Rendahnya kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas VIIIA di SMP IT Al Khoiriyyah dalam materi gerak lurus menjadi alasan utama bagi penulis mencari pemecahan masalah tersebut. Hal ini terlihat dari 90% peserta didik belum bisa membuat grafik apalagi menafsirkan dan menganalisis grafik. Mengingat pentingnya kemampuan literasi numerasi peserta didik dalam menumbuhkan keterampilan abad 21, maka penulis menerapkan praktik pembelajaran dengan menggunakan model PBL dengan pendekatan STEAM pada materi gerak lurus di SMP IT Al Khoiriyyah kelas VIIIA dengan jumlah peserta didik 27 agar kemampuan litereasi numerasi peserta didik meningkat.

 

Kajian Pustaka

Peneliti memilih Model Problem Based Learning (PBL) karena model PBL bisa menantang peserta didik untuk belajar dari masalah dan mencari solusi dari permasalahan di dunia nyata secara berkelompok. Kelebihan pembelajaran berbasis masalah yaitu: (1)menantang kemampuan peserta didik dan  memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru. (2)meningkatkan motivasi dan aktivitas pembelajaran peserta didik. 3. Membantu peserta didik memahami masalah dunia nyata. 4. Membantu peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan barunya, bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan, dan mendorong untuk melakukan evaluasi sendiri baik terhadap hasil maupun proses belajarnya. 5. Mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru. 6. Memberikan kesempatan bagi peserta didik Hmm.untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata. 7. Mengembangkan minat peserta didik secara terus-menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir. 8. Memudahkan peserta didik dalam menguasai konsep-konsep yang dipelajari guna memecahkan masalah dunia.

 

Pembelajaran STEAM merupakan suatu pendekatan pembelajaran interdisipliner yang inovatif dimana IPA, teknologi, teknik, seni dan matematika diintegrasikan dengan fokus pada proses pembelajaran pemecahan masalah dalam kehidupan nyata, pembelajaran STEAM memperlihatkan kepada peserta didik bagaimana konsep-konsep, prinsip-prinsip IPA, teknologi, teknik, dan matematika digunakan secara terpadu untuk mengembangkan produk, proses, dan sistem yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia yang kompetitif (Sahih, 2015). Pembelajaran STEAM termasuk pendekatan pembelajaran inovatif karena dianggap mutakhir di era industri 4.0. yang mampu mendukung 4 (empat) keterampilan dasar seperti berpikir kritis (critical thinking), berkreativitas (creativity), berkomunikasi (communication), dan berkolaborasi (collaboration).

 

Definisi STEAM meliputi (1)Literasi Science (Sains) Literasi IPA: kemampuan dalam mengidentifikasi informasi ilmiah,merumuskan dan menganalisis masalah, melakukan eksperimen dengan metode ilmiah, mengumpulkan data dan mengalisisnya menuju sebuah simpulan, lalu mengaplikasikannya dalam dunia nyata yang juga mempunyai peran dalam mencari solusi. (2)Technology (Teknologi) Literasi teknologi: keterampilan dalam menggunakan berbagai teknologi, belajar mengembangkan teknologi, menganalisis teknologi dapat mempengaruhi pemikiran siswa dan masyarakat. (3)Engeenering (Teknik) Literasi teknik: kemampuan dalam mengembangkan teknologi dengan desain yang lebih kreatif dan inovatif melalui penggabungan berbagai bidang keilmuan. (4)Art Literasi seni: kemampuan dalam menulis, komunikasi, puisi, presentasi video, membuat model. (5)Mathematics (Matematika) Literasi matematika: kemampuan dalam menganalisis dan menyampaikan gagasan, rumusan, menyelesaikan masalah secara matematik dalam pengaplikasiaanya.

 

Pembelajaran STEAM dapat dilaksanakan melalui pembelajaran berbasis masalah, melalui langkah-langkah operasional berikut: a).Fase 1, Orientasi peserta didik kepada masalah. b).Fase 2, Mengorganisasikan peserta didik c). Fase 3, Membimbing penyelidikan individu dan kelompok. d).Fase 4, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. e). Fase 5, Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

 

Beberapa kendala yang dihadapi untuk menerapkan model pembelajaran PBL dengan menggunakan pendekatan STEAM yaitu: (1)RPP disusun dan dirancang dengan  langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah berkaitan erat dalam prinsip-prinsip pembelajaran STEAM. (2)Pada tahap orientasi masalah, guru sebagai peneliti harus membuat masalah tentang gerak lurus yang mengacu pada literasi STEAM dan mendukung kemampuan abad 21. (3)Pada fase mengorganisasikan peserta didik, guru sebagai peneliti harus membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang memenuhi kriteria autentik, jelas, mudah dipahami, luas sesuai tujuan pembelajaran, dan bermanfaat. (4)Pada fase membimbing penyelidikan individu dan kelompok, guru sebagai peneliti harus bisa mengarahkan peserta didik dalam mengumpulkan informasi, pengumpulan data dengan eksperimen, hipotesis, dan pemecahan masalah. (5)Pada fase mengembangkan dan menyajikan hasil karya, guru sebagai peneliti membantu peserta didik dalam merencanakan serta menyiapkan karya yang sesuai. berupa tabel dan grafik yang telah dianalisis yang dituangkan pada kertas karton. (6)Pada fase menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, guru sebagai peneliti harus terampil dalam mengarahkan  peserta didik dalam melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang digunakan. (7)Pembuatan media pembelajaran, LKPD, dan bahan ajar, disusun dan dirancang dengan  langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah berkaitan erat dalam prinsip-prinsip pembelajaran STEAM. (8)Pembuatan instrumen yang HOTS

 

Metoda Penelitian

Jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Variabel penelitian ini adalah kemampuan literasi numerasi, dan Model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan STEAM. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru IPA dan peserta didik kelas VIII A SMP IT Al Khoiriyyah tahun ajaran 2022/2023. Adapun jumlah peserta didik kelas VIII A yaitu 27 peserta didik perempuan.

Prosedur penelitian dilakukan dengan 4 tahapan yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan 4) refleksi.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang terdiri dari lembar observasi diskusi, lembar observasi praktikum, lembar observasi penilaian diri, lembar observasi penilaian teman sebaya dan lembar tes evaluasi.

Hasil dan Pembahasan

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan yaitu:

 

Pada tahap orientasi masalah, guru menampilkan permasalahan untuk melatihkan kemampuan literasi numerasi peserta didik. Hal ini dituangkan dalam media pembelajaran pada slide PPT dan LKPD.

 

Pada fase mengorganisasikan peserta didik, guru mengelompokkan peserta didik secara heterogen, agar masing-masing kelompok mendiskusikan permasalahan yang diangkat. Peserta didik dibimbing agar memiliki peran masing-masing sehingga terjalin kerjasama yang baik antar anggota kelompok. Guru sebagai peneliti merancang LKPD untuk memandu peserta didik dalam  mencari dan mengumpulkan bahan-bahan, mengamati percobaan, dan menggunakan teknologi sebagai media informasi. Peran bahan ajar untuk memudahkan peserta didik dalam pengumpulan informasi dan sebagai bahan untuk menambah pengetahuan juga yang menunjang untuk menjawab permasalahan yang diangkat.

 

Pada fase membimbing penyelidikan individu dan kelompok, guru sebagai peneliti  berperan sebagai fasilitator agar peserta didik menemukan solusi dari cara-cara yang teknologis, berpikir kritis, dan mendayagunakan kreativitas. Dengan bantuan LKPD, peserta didik diarahkan untuk melakukan praktikum, mengambil data, dan menuliskannya dalam tabel atau grafik. Kemudian peserta didik diarahkan untuk menganalisis tabel dan grafik tersebut. Hal ini bertujuan agar peserta didik terlatih sebagai seorang scientist. Pada saat menganalisis, peserta didik akan terlatih dari segi numerasi.Selain itu  berperan untuk menyemangati peserta didik secara edukatif jika terdapat indikasi kejenuhan dan putus asa dalam proses pemecahan masalah dengan ice breaking.

 

Pada fase mengembangkan dan menyajikan hasil karya, peserta didik diarahkan untuk menuliskan hasil diskusi kelompoknya sebagai bahan untuk presentasi pada kertas karton menggunakan spidol warna. Peserta didik diberi kebebasan untuk berkreasi dalam menyajikan hasil praktikum berupa data tabel dan grafik. Hal ini untuk melatihkan kemampuan art.

 

Pada fase menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, Peserta didik diarahkan untuk merefleksi proses penyelidikan yang telah dilakukan agar kemampuan membaca, menafsirkan dan menganalisis data baik berupa tabel ataupun grafik lebih terlatih. Fase ini untuk melatih kemampuan peserta didik dalam literasi dan numerasi. Guru sebagai peneliti menampilkan media berupa slide power point untuk memberi penguatan kepada peserta didik. Setelah itu, melakukan evaluasi sesuai instrumen yang telah disediakan

 

Setelah diterapkan model pembelajaran PBL dengan pendekatan STEAM pada materi gerak lurus di SMP IT Al Khoiriyyah di kelas VIIIA, kemampuan literasi numerasi peserta  didik mengalami peningkatan. Hal ini terlihat pada awalnya 90% peserta didik belum bisa membuat grafik dan setelah dilaksanakan proses pembelajaran pada materi gerak lurus 75% siswa bisa membuat grafik. Hal ini terlihat dari hasil pengerjaan LKPD yang dituangkan dalam kertas karton kemudian dipresentasikan oleh peserta didik per kelompok. Awalnya 90% peserta didik belum bisa membaca grafik dan setelah dilaksanakan proses pembelajaran pada materi gerak lurus 50 % peserta didik bisa membaca grafik. Kemampuan peserta didik dalam menganalis grafik belum terlihat mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi yang sudah dilaksanakan, pada aksi pertama hanya 4% peserta didik yang bisa menganalisis grafik dan pada aksi yang ke-2 hanya 48% peserta didik bisa menganalisis grafik. Peserta didik yang bisa menganalis tabel pada aksi ke-2 hanya 26% dan 70% peserta didik bisa menganalisis fenomena yang diselesaikan secara matematis bisa dilihat pada grafik berikut.


 

 

Yang menjadi faktor keberhasilan dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan yaitu seperangkat pembelajaran yang telah dibuat dan disiapkan dengan semaksimal mungkin dengan bimbingan guru pamong dan dosen yang berkompeten di bidangnya, persiapan alat-alat, bahan, ruang pembelajaran dan media yang dibutuhkan dengan maksimal, kerjasama yang baik antara peneliti dengan pihak sekolah, dan peserta didik sebagai objek penelitian, koordinasi peneliti dengan tim yang membantu terlaksananya kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas harus maksimal baik dari tata ruang kelas maupun pengkondisian peserta didik saat kegiatan pembelajaran berlangsung, motivasi yang kuat dari peneliti untuk melakukan yang terbaik, dan guru harus maksimal dalam membimbing peserta didik untuk mengikuti setap tahapan pembelajaran mulai dari mengumpulkan data-data, mengerjakan LKPD, berdiskusi dalam kelompok dan mempresetasikan hasilnya. Di akhir pembelajaran Guru harus memberikan refleksi dan penguatan terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.

 

Faktor-faktor yang menyebabkan kurang berhasilnya kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan yaitu kurang maksimalnya guru dalam membuat perangkat pembelajaran yang inovatif dan variatif untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa, pengelolaan waktu  dan pengelolaan kelas yang kurang maksimal, kurangnya koordinasi antara peneliti dengan tim dan pihak sekolah untuk mengkondisikan kegiatan pembelajaran

 

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan data-data tersebut bisa disimpulkan bahwa model PBL dengan pendekatan STEAM cukup efektif meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik pada materi gerak lurus. Kemampuan peserta didik dalam menganalisis tabel dan grafik belum maksimal hal ini disebabkan oleh LKPD, media dan bahan ajar yang telah dibuat oleh peneliti yang masih kurang bervariasi untuk mengasah kemampuan analisis peserta didik.

 

Saran dari penulis agar kemampuan peserta didik dalam menganalisis tabel dan grafik lebih maksimal yaitu LKPD dirancang ulang agar lebih melatihkan kemampuan menganalis data baik berupa tabel maupun grafik, bahan ajar yang dirancang ulang agar terintegrasi dengan literasi numerasi sehingga bisa dijadikan sumber belajar dan latihan bagi peserta didik  dalam menganalisis data baik tabel maupun grafik , dan media pada slide PPT ajar dibuat lebih bervariasi lagi agar peserta didik kemampuan menganalisnya lebih terlatih.

 

Pembelajaran yang bisa diambil dari keseluruhan kegiatan yaitu pentingnya seorang guru untuk senantiasa meningkatkan kemampuan akademik dan pedagogik, meningkatkan kemampuan untuk refleksi setiap proses belajar mengajar, meningkatkan kemampuan IT, dan meningkatkan kemampuan untuk membuat perangkat pembelajaran yang lebih inovatif dan variatif.

 

Daftar Pustaka

 

Anderha, Refiesta Ratu dan  Maskar, Sugama “PENGARUH KEMAMPUAN NUMERASI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA” Juni. 2021. Hal 2

 

Muhtadi,Dr. Ali, M.Pd. (2019) .“MODUL 3 PEMBELAJARAN INOVATIF” , 15-26. Jakarta

 

BAB II KAJIAN TEORITIS A. Model Problem Based Learning (PBL). Diakses tanggal 28 September 2022, dari BAB II.pdf (unpas.ac.id) kelebihan pbl - Search (bing.com)




Comments

  1. Barakallahu bu leni sudah selesai artikelnya... keren bu

    ReplyDelete
  2. Mantap Bu, semoga tetap bisa berkarya. Guru mulia karena karya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin makasih banyak, doa terbaik untuk bapak juga

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

*TANAH KAVLING INVESTASI BOGOR GRATIS 4 BUAH POHON (Durian, Kelengkeng, Jambu, Mangga) CUMA 29JUTA (100m) | INCOME RATUSAN JUTA*

*TANAH KAVLING INVESTASI BOGOR GRATIS 4 BUAH POHON (Durian, Kelengkeng, Jambu, Mangga) CUMA 29JUTA (100m) | INCOME RATUSAN JUTA* Beli Kavlingnya GRATIS 4 Pohon Buah Berincome Ratusan Juta Beli Kavling Produktif yang Paling Murah, MAU? Ingin Punya Kavling Kebun Buah-buahan? Lantaburro Propertindo memberikan PROMO EDAN Tahun Ini! Setelah Sukses dalam 3 Bulan *SOLD OUT 1000an Unit* *TERBUKTI SUDAH MULAI PENANAMAN KEBUN* *KAVLING BUAH LANTABURRO TAHAP 1&2* Kembali menggelar Siteplan 1,2,3&4 dengan harga & bonus masih menarik Hadir untuk anda semua yg ingin punya Investasi kecil2an LOKASI: Desa Karyamekar, Cariu, Kab. Bogor Cukup dgn 29JT, bisa mendapatkan Kavling Kebun Buah seluas 100m² dengan Bonus 4 Bibit Pohon Buah pilihan yg disukai: ▶Durian monthong ▶Kelengkeng ▶Mangga ▶Jambu Cristal Nggak Perlu Cash, bisa di Kredit kok tanpa KREDIT #Tanpabank #Tanpariba #Tanpasita #Tanpadenda SKEMA: 🌟HARGA : Rp. 29.000.000 BOOKING FEE : Rp. 1.000.000 DP : Rp. 10.000.000 SISA ANGSURAN ...

Hunian Syariah Curug Tangerang

CAPE BAYAR KONTRAKAN & TIAP TAHUN NAIK TERuS??? Pengen Punya Rumah tapi gak punya Dp?? Jangan Sampe anda Tidak Beruntung karena ketinggalan Info hanya 16 Unit Telah Hadir Hunian Syariah Curug Tangerang Telah hadir didaerah, citayam, depok,ciledug,Cilegon,cijerug bogor,kotabumi,kresek tangerang,Tigaraksa, dan kini kembali hadir diaerah Curug Tangerang lokasi strategis deket fasilitas Umum -Jalur Angkokt - 5Menit Pasar Tradisional - 10 Menit Sekolah Umum -10 Menit Rumah Sakit -15 Menit dari Tol Bitung -5 Menit Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia alamat Rumah Syariah Curug : Jln raya plp curg pos2 ds.rancagong bru rt.02/010 legok tangerang 15820 6°16'35.8"S 106°34'18.2"E https://maps.google.com/?q=-6.276610,106.571718 ancer-ancer lokasi: masuk gang samping alfa mart, depan indomaret jalan masuk k rumah syariah curug: Rumah Berkonsep 100% tanpa bank dengan skema * Tanpa Denda * Tanpa Sita * Tanpa Buvnga * Tanpa Penalti * Ta...

Hanya 600JUTAAN Rumah Syariah 2 Lantai STRATEGIS Di Ciracas Jakarta Timur Dekat Tol Simatupang*

*Hanya 600JUTAAN Rumah Syariah 2 Lantai STRATEGIS Di Ciracas Jakarta Timur Dekat Tol Simatupang* *PERUMAHAN GREEN VILLAGE 11 CIRACAS* Lokasinya menjangkau pusat bisnis disepanjang *koridor arteri kp rambutan - sampai ke tb Simatupang & Lebak bulus* *Lokasi:* Jl Komp.Kebersihan, Ciracas, Jakarta Timur LOKASI GREEN VILLAGE 11 : Jl. Komp. Kebersihan, RT.2/RW.9, Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta Gmaps: https://goo.gl/maps/hUcVQA8NzcN2 LOKASI GREEN VILLAGE 11 : ✅ Luas tanah mulai 58,5-148,4 m2 ✅ Row jalan muat 2 mobil ✅ +/- 150 meter ke jalur angkot *STRATEGIS LOKASI:* ✅Dekat sekolah negeri & swasta ✅Dekat Restoran ✅5 Menit Ke Halte Trans Jakarta ✅5 Menit Ke Tol Simatupang Gv11 lokasi jl. H baping 1,5 Km dari tol dan 1 KM dari halte busway Dekat toll simatupang Jalannya kelihatnnya kecil, nanti bisa 2 mobil tinggal nutup saluran got ✅8 Menit Ke Minimarket, SPBU, ATM ✅8 Menit ke pasar jaya ciracas ✅8 Menit ke...